Ada banyak kisah sukses dalam trading forex dimana mampu menghasilkan berlipat-lipat keuntungan dari modal kecil dalam waktu singkat. Dengan segala potensinya, tidak jarang dijumpai kasus seperti Kevin Aprilio yang merugi milyaran rupiah karena bisnis ini. Mari simak lebih lanjut apa sebenarnya apa itu forex berikut seluk beluk bisnis yang semakin booming ini.

Pengertian Forex

Beberapa dekade lalu, mayoritas masyarakat Indonesia masih awam dengan pengertian forex. Apalagi dengan minimnya alat yang dewasa ini bisa banyak dijumpai untuk membantu kamu trading.

Sekarang pun sebenarnya masih banyak orang sering mendengar istilah yang satu ini sebagai sebuah wujud bisnis sampingan yang bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Potensinya memang sangat besar karena ada istilah leverage yang dapat menggandakan modal virtual kamu, sehingga nantinya kamu bisa bertransaksi dalam jumlah yang lebih besar dengan pinjaman dari broker.

Yuk kita bahas terlebih dahulu arti forex secara rinci. Setelah itu kita akan mendalami seluk beluk bisnis ini sampai analisa dan alat-alat yang bisa kamu aplikasikan secara langsung.

Apa itu forex? Forex sendiri merupakan singkatan dari foreign exchange. Yang dimana berarti jual beli mata uang asing. Nantinya dalam pasar mata uang, kamu dapat membeli sebuah mata uang untuk kamu tukarkan dengan mata uang yang lain dengan kompensasi tertentu.

Contohnya, saat kamu menukarkan uang di money changer saat kamu sedang berada ke luar negeri. Kamu membeli 10.000 Yen misalnya saat kamu sedang di Jepang. Maka untuk mendapatkan Yen tersebut, kamu harus membeli dengan menukarkan Rupiah sebesar Rp. 1.300.800 (Kurs JPY/IDR 130,08 per 11 Juli 2019, cnbc).

Seperti contoh ini, transaksi jual beli biasanya berkutat pada satu pasang mata uang saja. Jika kamu ingin beralih jual beli mata uang yang lain, maka pasar mata uang yang kamu perjualbelikan bisa sama sekali berbeda. Kita akan membahasnya di bagian selanjutnya.

Pengertian Forex Trading

Jika contoh sebelumnya berkisar pada pembelian mata uang asing sebagai kebutuhan kamu menggunakannya di negara lain. Seperti di Jepang, yang hanya menerima Yen sebagai mata uang mereka. Sementara dalam pengertian forex trading, istilah ini banyak digunakan pelaku trading sebagai proses jual beli untuk semata-mata memperoleh keuntungan.

Coba kamu pikir saja, jika Yen dalam hal ini masih tetap kuat nilainya. Sebaliknya saat Rupiah goyah, maka nilai Rupiah akan melemah. Dimana berarti kamu harus mengeluarkan lebih banyak Rupiah untuk mendapatkan sejumlah Yen yang sama. Bisa kamu bayangkan keuntungan yang kamu peroleh saat kamu menukarkan Yen kembali ke Rupiah saat kamu pulang tiba di Indonesia, saat Yen menguat, kamu mendapatkan Rupiah yang lebih banyak dari pada semestinya. Disini lah contoh keuntungan dalam transaksi dalam bisnis ini.

Secara rinci, trading forex adalah proses pertukaran pasangan mata uang demi mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari bergeraknya nilai mata uang dibandingkan pasangannya.

Pasar valas jauh lebih cepat bergeraknya. Jika dibandingkan dengan pasar saham yang jelas keberadaan fisiknya, valas jauh lebih sulit ditebak dan secara fundamental lebih berisiko. Naik turunnya sebuah mata uang sangat bergantung pada:

  • Kondisi sosial
  • Politik
  • Kebijakan fiskal dan devisa
  • Ekonomi
  • Ekspor dan impor

Tertarik? Memang memprediksi naik turunnya nilai pasangan mata uang jauh lebih sulit dibandingkan saham, namun jika kamu memang memiliki keahlian baik dalam analisa fundamental maupun teknikal, bisnis yang satu ini bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan keuntungan dengan konsisten.

Volatilitas Pasangan Mata Uang

Dalam arti trading forex, volatilitas menentukan jarak pergerakan nilai suatu pasangan mata uang. Jadi jika kamu melakukan trading valas pada pasangan mata uang yang nilai volatilitasnya tinggi, maka tingkat keuntungan juga bisa kamu raih secara maksimal. Hanya saja, jika pasar sedang jatuh, hal sebaliknya bisa terjadi, yaitu turunnya nilai mata uang secara drastis dalam jangka waktu yang singkat.

Karena itu, trading pada pasangan mata uang dengan volatilitas tinggi, sangat menarik bagi setiap trader yang ingin mendapatkan pergerakan nilai valas yang cepat. Dimana tentu saja, risiko yang harus siap ditanggung juga lebih besar.

Pasangan mata uang yang populer diperdagangkan dalam pasar forex terdiri dari:

  • Euro dan Dolar Amerika (EUR/USD)
  • Dolar Amerika dan Yen Jepang (USD/JPY)
  • Poundsterling Inggris dan Dolar Amerika (GBP/USD)
  • Dolar Australia dan Dolar Amerika (AUD/USD)
  • Dolar Amerika dan Franc Swiss (USD/CHF)
  • Dolar Amerika dan Dolar Kanada (USD/CAD)

Namun bukan berarti perdagangan valas yang memiliki volatilitas rendah tidak disukai banyak trader, bahkan bagi mereka yang memperhatikan risiko trading dengan seksama, transaksi pasangan mata uang ini bisa menjadi pilihan terbaik dibandingkan pilihan mata uang lainnya.

Secara fundamental pun, pasangan mata uang tidak bergantung tingkat volatilitasnya untuk mengarah naik atau turunnya nilai valas. Jadi yang perlu kamu perhatikan jauh dari pada itu, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal suatu pasangan mata uang.

Analisa Forex

Kasus mata uang Lira menjadi sangat menarik untuk kita ulas karena dengan mudah dapat kita urut sejarah turunnya mata uang tersebut dibandingkan mayoritas mata uang di dunia karena gejolak politik yang terjadi.

Isu politik yang tidak kunjung usai mempengaruhi secara langsung aspek ekspor impor negara tersebut, apalagi dengan adanya perang dagang dengan Amerika yang membuat Lira turun nilainya sampai 39% pada tahun 2018 saja (Sumber: Statistictimes).

Analisa Fundamental

Sebelum trading dalam bisnis forex, ada dua tipe analisa yang perlu kamu tahu. Yang pertama adalah analisa fundamental. Dimana disini, analisa lebih menekankan aspek nilai dari sepasang mata uang. Sehingga kamu perlu memperhatikan dengan baik perubahan pada aspek kebijakan ekonomi dan sosial dari bank sentral negara terkait.

Secara rinci, data yang perlu kamu dapatkan untuk melakukan analisa fundamental terdiri dari:

  • Tingkat ekspor dan impor
  • Jumlah pengangguran
  • Kebijakan bank sentral
  • Kondisi politik
  • Aspek finansial mulai ekonomi makro, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dsb.

Semua data ini tidak semena-mena bisa diterjemahkan dalam naik atau turunnya sebuah pasangan mata uang. Namun yang perlu kamu perhatikan lebih lanjut adalah perilaku dan ekspektasi pasar valas.

Walaupun inflasi tinggi misalnya, namun disaat itu ekspor sedang digenjot, maka devisa secara langsung akan masuk mengalir ke kas negara sehingga secara natural mata uang negara tersebut akan menguat. Begitu pula sebaliknya jika inflasi sedang rendah, bukan berarti semata-mata ekonomi negara tersebut sedang baik, kamu harus memperhatikan lebih lanjut perihal kebijakan bank sentral dalam penggunaan devisa untuk memperkuat mata uang.

Karena hal ini hanya bersifat sementara dan malah devisa negara bisa terbebani. Ekspektasi pasar dalam tingkat inflasi dan deflasi bisa bermacam-macam dan kamu harus siap dengan banyaknya analisa dan tindakan yang muncul dalam bentuk perilaku pasar forex.

Dengan begitu, kamu bisa tahu tren umum dari sebuah mata uang. Jika prospek ekonomi sedang bagus misalnya, maka mata uang tersebut cenderung akan menguat. Sebaliknya saat ekonomi sedang bergejolak, maka kemungkinan besar mata uang tersebut akan melemah. Namun tetap kamu harus memperhatikan kedua pasangan mata uang yang diperdagangkan untuk kamu bandingkan.

Analisa Teknikal

Sedangkan analisa teknikal dalam forex bergantung dalam pembacaan chart dan tren yang terjadi pada saat itu. Ada banyak alat dan metode yang dapat kamu gunakan mulai dari Moving Average, sampai dengan Oscillator.

Simpel nya, langkah utama dalam analisa teknikal adalah menetapkan timeframe trading, pasang indikator dan mulai transaksi. Tiga langkah ini dapat menjadi pondasi kamu dalam menguasai aspek teknis dari perdagangan valas.

Untuk menentukan timeframe, kamu bisa mengambil pilihan pada chart untuk timeframe mulai dari hitungan menit bahkan sampai mingguan atau bulanan. Dikarenakan pergerakan mata uang yang sangat cepat dan berisiko tinggi, ada baiknya untuk tidak menganggap forex sama halnya dengan saham.

Karena kedua hal ini jauh berbeda. Walaupun seperti yang sudah kita bahas sebelumnya jika sebuah pasangan mata uang bisa dianalisa secara fundamental, namun hal ini dengan cepat bisa berubah seketika disesuaikan dengan berita politik dan ekonomi saat itu.

Jika kamu trader pemula alangkah baiknya untuk mulai memilih dengan timeframe harian (D1). Atau jika kamu trading pasangan mata uang dengan volatilitas tinggi, ubah timeframe ke hitungan menit (M5 atau M15).

Pemilihan indikator juga tidak kalah pentingnya. Seperti halnya Moving Averange yang cocok untuk kamu gunakan pada pasangan valas dengan volatilitas tinggi. Kamu bisa memilih indikator ini pada platform trading yang kamu gunakan dalam transaksi elektronik. Setiap indikator memiliki keunggulan masing-masing. Jadi tidak ada salahnya untuk mulai belajar satu demi satu indikator forex populer, sehingga siap untuk kamu terapkan kapan saja.

Pentingnya Analisa Teknikal dan Fundamental

Kedua jenis analisa ini harus pelajari oleh pemain forex. Hal ini disebabkan momen Jual/Beli yang kamu lakukan sangat dipengaruhi oleh analisa teknikal. Sedangkan aspek fundamental berpengaruh pada pergerakan valas secara general. Jika kamu dapat menguasai kedua aspek ini, seharusnya mayoritas trading yang kamu lakukan akan berhasil mendapat keuntungan.

Kerugian tidak dapat kita hindari. Dan ini adalah risiko dari bisnis ini. Kadangkala data yang kamu kumpulkanpun tidak semestinya lengkap sehingga bisa saja nilai valas turun tanpa diduga-duga, atau sebaliknya, pasangan satunya naik dengan signifikan sehingga kamu pun bisa rugi.

Karena itulah diversivikasi valas itu penting. Dan kamu selayaknya tidak menggunakan seluruh budget trading dalam satu pasangan mata uang. Untuk lebih lengkapnya silakan simak bagian “manajemen risiko”.