Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti margin adalah (1) laba bruto, (2) tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual pasar, (3) deposit atau uang muka oleh investor dengan atau tanpa makelar yang merupakan pembayaran sebagian atau harga beli saham atau komoditas.

Dalam dunia trading, margin merupakan istilah yang umum dipakai dan wajib dipahami. Jadi, apa yang dimaksud dengan margin dalam perdagangan saham atau forex? Apakah kita perlu menggunakan margin dalam trading? Menurut Forbes.com, saat menggunakan margin, kita harus bijaksana. Nah, bagaimana penggunaan margin yang benar? Mari kita membahas apa itu margin dalam artikel ini.

Margin Dalam Perdagangan Saham

Bagi investor saham, istilah margin adalah menjadi makanan sehari-hari. Dalam perdagangan saham, Anda sebagai investor membutuhkan modal dana yang cukup besar. Hal ini karena pembelian saham dihitung dalam satuan lot, dengan 1 lot=100 lembar. Sedangkan, harga beli saham dihitung per lembar. Jika Anda ingin membeli saham satu lot, Anda tentu akan membutuhkan modal yang besar. Namun, sekarang Anda tidak perlu lagi risau dengan keterbatasan modal yang Anda miliki. Ada fasilitas margin trading yang siap menangani pembelian saham Anda.

Margin Trading Dalam Perdagangan Saham

Arti margin trading adalah sebuah metode perdagangan saham dengan memakai dana yang disediakan pihak ketiga. Di sini, yang dimaksud dengan pihak ketiga adalah perusahaan sekuritas (broker). Fasilitas margin trading ini memungkinkan Anda untuk membeli saham dalam jumlah yang lebih banyak.

Sebagai contohnya, Anda memiliki modal sebesar Rp 3juta untuk membeli saham. Harga saham yang ingin Anda beli adalah Rp 1.000 per lembar. Jika menggunakan modal yang Anda miliki, seharusnya Anda bisa membeli 3.000 lembar saham atau 30 lot. Dalam pembelian saham ini, Anda memakai fasilitas margin tradingAnda mendapat pinjaman sebesar Rp 2juta, dan mampu membeli tambahan 20 lot saham. Sehingga saham yang dapat Anda beli sebanyak 50 lot atau 5.000 lembar saham.

Margin trading memiliki limit atau batasan yang berbeda-beda dari setiap perusahaan sekuritas. Ada perusahaan sekuritas yang memiliki limit rendah, ada yang hingga Rp 500juta. Tentu saja margin trading ini tidak cuma-cuma, pasti ada collateral atau agunan. Metode ini biasanya dijamin dengan saham-saham yang ada di akun Anda sebagai investor yang meminjam. Selain itu, Anda sebagai peminjam akan dikenakan bunga, sama seperti prinsip umumnya ketika kita berhutang. Besaran bunga pun berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas.

Cara Kerja Margin Trading

Ketika margin trading dimulai, Anda akan diminta menentukan persentase margin dari total order. Persentase ini berkaitan dengan leverage ratio atau rasio perbadingan antara dana yang Anda miliki dengan dana pinjaman dari broker atau perusahaan sekuritas. Tingkat leverage dalam margin trading di pasar saham umumnya 2:1. Misalnya, jika Anda ingin membuka trading Rp 10juta dengan leverage 10:5, maka Anda harus menyediakan modal sebesar Rp 5juta.

Margin trading  bisa dipakai untuk membuka posisi buy (beli) ataupun posisi sell (jual). Jika Anda melihat posisi long, ini berarti harga saham akan naik. Jika Anda melihat posisi short, ini menunjukkan bahwa harga saham akan turun. Hal yang perlu kita pahami adalah perusahaan sekuritas atau broker berhak untuk memaksa penjualan saham yang menjadi aset kita, jika market bergerak ke arah yang berlawanan dari posisi perusahaan sekuritas atau broker (tentu saja dalam batas-batas tertentu).

Di Mana Bisa Menggunakan Margin Trading?

Sayangnya, kita memang tidak bisa menggunakan fasilitas margin trading ini di semua semua saham di Bursa Efek Indonesia. Menurut pengumuman BEI No . Peng-00025/BEI.OPP/01-2017 tanggal 25 Januari 2017, ada 61 saham yang dapat diperdagangkan dengan fasilitas ini. Berikut ini adalah daftarnya:

  1. AALI – Astra Agro Lestari Tbk
  2. ADHI – Adhi Karya (Persero) Tbk
  3. ADRO – Adaro Energy Tbk
  4. AKRA – AKR COrporindo Tbk
  5. ANTM – Aneka Tambang (Persero) Tbk
  6. ASII – Astra International Tbk
  7. ASRI – Alam Sutera Realty Tbk
  8. BBCA – Bank Central Asia Tbk
  9. BBNI – Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  10. BBRI – Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  11. BBTN – Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  12. BEST – Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk
  13. BJBR – Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
  14. BJTM – Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk
  15. BKSL – Sentul City Tbk
  16. BMRI – Bank Mandiri (Persero) Tbk
  17. BMTR – Global Mediacom Tbk
  18. BSDE – Bumi Serpong Damai Tbk
  19. CPIN – Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  20. CTRA – Ciputra Development Tbk
  21. ELSA – Elnusa Tbk
  22. EXCL – XL Axiata Tbk
  23. GGRM – Gudang Garam Tbk
  24. GJTL – Gajah Tunggal Tbk
  25. HMSP – Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
  26. ICBP – Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  27. INCO – Vale Indonesia Tbk
  28. INDF – Indofood Sukses Makmur Tbk
  29. INTP – Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
  30. ITMG – Indo Tambangraya Megah Tbk
  31. JPFA – Japfa Comfeed Indonesia Tbk
  32. JSMR – Jasa Marga (Persero) Tbk
  33. KAEF – Kimia Farma (Persero) Tbk
  34. KLBF – Kalbe Farma Tbk
  35. KREN – PT Kresna Graha Investama Tbk
  36. LPKR – Lippo Karawaci Tbk
  37. LPPF – Matahari Department Store Tbk
  38. LSIP – Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
  39. MIKA – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
  40. MLPL – Multipolar Tbk
  41. MNCN – Media Nusantara Citra Tbk
  42. MYRX – Hanson International Tbk
  43. PBRX – Pan Brothers Tbk
  44. PGAS – Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  45. PPRO – PT PP Properti Tbk
  46. PTBA – Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
  47. PTPP – Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
  48. PWON – Pakuwon Jati Tbk
  49. SCMA – Surya Citra Media Tbk
  50. SMGR – Semen Indonesia (Persero) Tbk
  51. SMRA – Summarecon Agung Tbk
  52. SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk
  53. SSMS – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
  54. TBIG – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
  55. TLKM – Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  56. UNTR – United Tractors Tbk
  57. UNVR – Unilever Indonesia Tbk
  58. WIKA – Wijaya Karya Tbk
  59. WSBP – PT Waskita Beton Precast Tbk
  60. WSKT – Waskita Karya (Persero) Tbk
  61. WTON – Wijaya Karya Beton