Definisi dari moving average adalah rata-rata dari sejumlah angka tetap dalam durasi tertentu. Dalam penerapannya untuk mengestimasi sebuah tren berjalan, kamu harus menentukan durasi yang kamu inginkan sesuai dengan harapan transaksi yang akan kamu lakukan.

Moving average sejatinya adalah ilmu dari statistika, namun bisa sangat aplikatif untuk diterapkan dalam trading karena berlandaskan data yang akurat. Kelemahannya, tetap indikator ini tidak mampu memprediksi secara sempurna, walaupun kamu bisa memperpendek durasi dalam penerapan moving average menjadi 20 hari (1 bulan) misalnya, untuk mendapatkan pergerakan yang paling aktual.

Selanjutnya kita akan mulai membahas tentang apa itu moving average dengan lebih detail, sampai ke rumus dari masing-masing simple moving average, serta cara menggunakan indikator ini dalam trading. Kamu juga akan belajar tentang bagaimana cara paling efektif untuk menentukan tren dan tingkat support resistansi dari sebuah pergerakan harga.

Pengertian Moving Average

Pengertian moving average adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam analisa teknikal, dimana bisa membantu untuk memperhalus pergerakan harga dengan menghilangkan beberapa fluktuasi harga yang kurang relevan. Aplikasi indikator ini bukan untuk memprediksi arah harga selanjutnya, melainkan untuk mengetahui tren yang sedang berlaku sekarang.

Namun pada akhirnya kamu bisa menggunakan beberapa kurva moving average sekaligus untuk memastikan tren yang sedang berjalan yang akan kita bahas lebih lanjut dibawah.

Ada dua jenis moving average yang paling banyak digunakan. Yang pertama adalah simple moving average (SMA) dan yang kedua adalah exponential moving average (EMA). Jika pada simple moving average memperlihatkan grafik yang lebih diperhalus pergerakannya, pada EMA lebih berfokus pada penekanan fluktuasi pergerakan harian.

Kebanyakan penggunaan moving average adalah untuk mengidentifikasi arah tren dan menentukan tingkat support dan resistansi dari sebuah pergerakan harga. Kamu bisa menerapkan indikator ini saja untuk mendapatkan manfaatnya, atau dengan tambahan indikator teknikal lainnya seperti MACD, Bollinger Bands sampai McClellan Oscillator.

Simple Moving Average

Simple moving average adalah indikator yang dihasilkan melalui perhitungan harga rata-rata dari sebuah aset dalam sebuah durasi yang diinginkan. Seperti namanya, moving average berarti rata-rata yang bergerak. Data lama akan dihapus kemudian digantikan dengan data yang baru masuk. Hal ini menghasilkan grafik moving average untuk bergerak sesuai dalam time frame waktu yang sama.

Berikut contoh yang menunjukkan moving average dengan durasi 5 hari yang bergerak dalam 3 hari.

Harga penutupan harian hari 1 sampai hari 7: 15, 16, 17 ,18, 19, 20, 21.

Hari pertama untuk moving average durasi 5 hari: Rata-rata dari (15, 16, 17 ,18, 19) adalah 17.

Hari kedua untuk moving average durasi 5 hari: Rata-rata dari (16, 17 ,18, 19, 20) adalah 18.

Hari ketiga untuk moving average durasi 5 hari: Rata-rata dari (17 ,18, 19, 20, 21) adalah 19.

Untuk hari pertama moving average, perhitungannya adalah dalam 5 hari terakhir (15, 16, 17 ,18, 19). Di hari kedua, nilai 15 digantikan dengan nilai keluaran baru, yaitu 20. Pada hari ketiga, nilai 16 digantikan dengan nilai terbaru 21.

Untuk contoh diatas, data poin terus mengalami kenaikan konstan dari 15 menjadi 21 dalam durasi 7 hari. Perhatikan juga nilai moving average yang juga mengalami kenaikan dari 17, 18 menjadi 19 dalam tiga hari kalkulasi.

Beginilah perhitungan mudah dari simple moving average dan penerapannya dalam pergerakan kurva berjalan. Jika kita perhatikan untuk hari ke 7, nilai 21 berada di atas kurva MA (moving average) dimana ada di nilai 19. Berarti tren sedang naik. Walaupun untuk memastikan tren ini, kami merekomendasikan kamu untuk menggunakan beberapa kurva MA sekaligus dengan rentang durasi yang berbeda.

Exponential Moving Average

Sedangkan exponential moving average (EMA) mengurangi lag dengan lebih mengaplikasikan bobot yang lebih berat pada harga terkini. Penentuan bobot ini banyak dipengaruhi oleh durasi yang dipilih. Perbendaan EMA dengan simple moving average ada pada kalkulasi yang digunakan. Kamu membutuhkan durasi lebih dari 10 hari untuk menhitung sebuah EMA 10 hari yang akurat.

Ada tiga langkah untuk menghitung exponential moving average. Langkah pertama, lakukan perhitungan SMA untuk menentukan nilai awal dari EMA. Langkah kedua, hitung bobot yang ingin diterapkan. Yang ketiga, kalkulasi exponential moving average harian antara nilai awal EMA dan hari ini menggunakan harga, bobot dan nilai periode EMA sebelumnya.

Walaupun sebenarnya simple moving average lebih banyak digunakan karena lebih mudah, kemudian penerapan dalam beberapa kurva sekaligus dapat berfungsi secara efektif dalam menentukan tingkat support dan resistansi sebuah pergerakan aset. Belum lagi fungsinya dalam penentuan tren dalam sebuah durasi tertentu.

Rumus Moving Average

Rumus moving average digunakan untuk menentukan nilai harian sehingga bisa diterapkan dalam chart berbentuk grafik. Walaupun ada banyak platform yang bisa kamu gunakan untuk menghitung MA dari sebuah pergerakan harga, tidak ada salahnya untuk kamu tahu dari mana angka tersebut muncul agar pemahaman kamu tentang indikator ini semakin mendalam.

Nantinya, kamu bisa lebih mengerti kelebihan dan kekurangan dari indikator ini dan bagaimana menggabungkannya dengan beberapa indikator lain untuk mengatasi kelemahan maupun memperkuat kelebihannya.

Cara menghitung moving average yaitu dengan menggunakan rumus berikut dimana cukup mudah dimengerti. Kamu tinggal menjumlahkan harga penutupan sesuai dengan durasi yang kamu inginkan dan dibagi dengan durasi tadi.